Selasa, 13 November 2012

TUGAS 5




APA PERBEDAAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL & PEMASARAN INTERNASIONAL?

"Pemasaran Internasional adalah proses multinasional dari perencanaan dan pelaksanaan konsepsi, penetapan harga, promosi dan distribusi ide, barang, dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan tujuan individu dan organisasi."

Perdagangan internasional adalah pertukaran barang dan jasa antar negara. Jenis perdagangan menimbulkan ekonomi dunia, di mana harga atau penawaran dan permintaan, mempengaruhi dan dipengaruhi oleh peristiwa-peristiwa global.

Perbedaan antara Perdagangan internasional dan internasional Pemasaran:
·         -Perdagangan meliputi kegiatan membeli dan menjual, pemasaran internasional berkonsentrasi pada penjualan aspek dari proses pertukaran.
·         -Jual berkonsentrasi pada mencari pembeli untuk kualitas yang diberikan dan kuantitas produk pada istilah menguntungkan paling untuk penjual. Pemasaran berfokus pada proses total menentukan kualitas produk dan kuantitas, dan bertukar tersebut dengan pembeli dengan maksud untuk memaksimalkan manfaat bagi kedua pihak yang terlibat dalam proses pertukaran.
·         -Perbedaan ketiga adalah perbedaan dalam item dipertukarkan. Misalnya, berbagai jenis mata uang yang sering diperdagangkan melintasi perbatasan internasional.


ALASAN SETIAP NEGARA MELAKSANAKAN BISNIS INTERNASIONAL?

Suatu negara melakukan perdagangan internasional karena dua alasan utama yang maisng-masing menyumbangkan keuntungan perdagangan bagi mereka. Alasan pertama, negara-negara berdagang karena setiap negara berbeda satu sama lain. Bangsa-bangsa, sebagaimana individu dapat memperoleh keuntungan dari perbedaan-perbedan mereka melalui suatu pengaturan dimana setiap pihak melakukan sesuatu dengan relatif baik. Alasan kedua, negara-negara berdagang satu sama lain dengan tujuan mencapai skala ekonomis dalam produksi, maksudnya jika setiap negara menghasilkan sejumlah barang tertentu maka mereka dapat menghasilkan barang-barang tersebut dengan skala yang lebih besar dan karenanya lebih efisien dibandingkan jika negara tersebut mencoba untuk memproduksi segala jenis barang. Motif inilah dalam dunia nyata merupakan cerminan interaksi perdagangan internasional.

Pemikiran tentang perdagangan internasional awal mula berasal dari aliran yang disebut merkantilisme, yang menyatakan bahwa penekanan perdagangan internasional terletak pada kesempatan memperoleh surplus penerimaan dalam neraca transaksi berjalan. Oleh sebab itu kegiatan ekspor merupakan lokomotif utama melalui peningkatan industri dalam negeri, untuk memenuhi kebutuhan impor. Impor tersebut merupakan saingan yang dapat menurunkan  permintaan terhadap produk industri lokal yang dihasilkan di dalam negeri. Oleh karena itu merkantilisme melemparkan pemikiran bahwa kegiatan produksi dalam negeri dan ekspor harus ditingkatkan melalui ransangan subsidi dan fasilitas pemerintah. Sedangkan impor harus dibatasi melalui hambatan yang brsifat proteksi khususnya industri strategis.

Aliran klasik berpendapat bahwa, jika suatu negara dapat memproduksi  suatu barang atau jasa lebih murah, maka negara tersebut akan memproduksi barang atau jasa tersebut. Akan tetapi bila biaya prodksinya relatif lebih mahal dibandingkan ongkos produksi negara lainnya, maka barang atau jasa tersebut lebih baik dibeli atau diimpor, barang dan jasa dengan ongkos produksi yang lebih rendah tadi dapat dikonsumsi sendiri dan juga diekspor. Dengan demikian, terjadilah perdagangan antar negara. Aliran klasik lebih berorientasi pada keunggulan mutlak dan keunggulan komparatif.

FAKTOR-FAKTOR APASAJA YANG MEMPENGARUHI BISNIS INTERNASIONAL?

Banyak faktor yang mendorong suatu negara melakukan perdagangan internasional, di antaranya sebagai berikut :

1.       Faktor Alam/ Potensi Alam
2.       Untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasa dalam negeri
3.       Keinginan memperoleh keuntungan dan meningkatkan pendapatan negara
4.       Adanya perbedaan kemampuan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam mengolah sumber daya ekonomi
5.       Adanya kelebihan produk dalam negeri sehingga perlu pasar baru untuk menjual produk tersebut.
6.       Adanya perbedaan keadaan seperti sumber daya alam, iklim, tenaga kerja, budaya, dan jumlah penduduk yang menyebabkan adanya perbedaan hasil produksi dan adanya keterbatasan produksi.
7.       Adanya kesamaan selera terhadap suatu barang.
8.       Keinginan membuka kerja sama, hubungan politik dan dukungan dari negara lain.
9.       Terjadinya era globalisasi sehingga tidak satu negara pun di dunia dapat hidup sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar