APA
PERBEDAAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL & PEMASARAN INTERNASIONAL?
"Pemasaran Internasional adalah proses multinasional
dari perencanaan dan pelaksanaan konsepsi, penetapan harga, promosi dan
distribusi ide, barang, dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan
tujuan individu dan organisasi."
Perdagangan internasional adalah pertukaran barang dan jasa
antar negara. Jenis perdagangan menimbulkan ekonomi dunia, di mana harga atau
penawaran dan permintaan, mempengaruhi dan dipengaruhi oleh peristiwa-peristiwa
global.
Perbedaan antara Perdagangan internasional dan internasional
Pemasaran:
·
-Perdagangan meliputi kegiatan membeli dan menjual,
pemasaran internasional berkonsentrasi pada penjualan aspek dari proses
pertukaran.
·
-Jual berkonsentrasi pada mencari pembeli untuk
kualitas yang diberikan dan kuantitas produk pada istilah menguntungkan paling
untuk penjual. Pemasaran berfokus pada proses total menentukan kualitas produk
dan kuantitas, dan bertukar tersebut dengan pembeli dengan maksud untuk
memaksimalkan manfaat bagi kedua pihak yang terlibat dalam proses pertukaran.
·
-Perbedaan ketiga adalah perbedaan dalam item
dipertukarkan. Misalnya, berbagai jenis mata uang yang sering diperdagangkan
melintasi perbatasan internasional.
ALASAN
SETIAP NEGARA MELAKSANAKAN BISNIS INTERNASIONAL?
Suatu negara melakukan perdagangan internasional karena dua
alasan utama yang maisng-masing menyumbangkan keuntungan perdagangan bagi
mereka. Alasan pertama, negara-negara berdagang karena setiap negara berbeda
satu sama lain. Bangsa-bangsa, sebagaimana individu dapat memperoleh keuntungan
dari perbedaan-perbedan mereka melalui suatu pengaturan dimana setiap pihak
melakukan sesuatu dengan relatif baik. Alasan kedua, negara-negara berdagang
satu sama lain dengan tujuan mencapai skala ekonomis dalam produksi, maksudnya
jika setiap negara menghasilkan sejumlah barang tertentu maka mereka dapat
menghasilkan barang-barang tersebut dengan skala yang lebih besar dan karenanya
lebih efisien dibandingkan jika negara tersebut mencoba untuk memproduksi segala
jenis barang. Motif inilah dalam dunia nyata merupakan cerminan interaksi
perdagangan internasional.
Pemikiran tentang perdagangan internasional awal mula
berasal dari aliran yang disebut merkantilisme, yang menyatakan bahwa penekanan
perdagangan internasional terletak pada kesempatan memperoleh surplus
penerimaan dalam neraca transaksi berjalan. Oleh sebab itu kegiatan ekspor
merupakan lokomotif utama melalui peningkatan industri dalam negeri, untuk
memenuhi kebutuhan impor. Impor tersebut merupakan saingan yang dapat
menurunkan permintaan terhadap produk
industri lokal yang dihasilkan di dalam negeri. Oleh karena itu merkantilisme
melemparkan pemikiran bahwa kegiatan produksi dalam negeri dan ekspor harus
ditingkatkan melalui ransangan subsidi dan fasilitas pemerintah. Sedangkan
impor harus dibatasi melalui hambatan yang brsifat proteksi khususnya industri
strategis.
Aliran klasik berpendapat bahwa, jika suatu negara dapat
memproduksi suatu barang atau jasa lebih
murah, maka negara tersebut akan memproduksi barang atau jasa tersebut. Akan
tetapi bila biaya prodksinya relatif lebih mahal dibandingkan ongkos produksi
negara lainnya, maka barang atau jasa tersebut lebih baik dibeli atau diimpor,
barang dan jasa dengan ongkos produksi yang lebih rendah tadi dapat dikonsumsi
sendiri dan juga diekspor. Dengan demikian, terjadilah perdagangan antar
negara. Aliran klasik lebih berorientasi pada keunggulan mutlak dan keunggulan
komparatif.
FAKTOR-FAKTOR
APASAJA YANG MEMPENGARUHI BISNIS INTERNASIONAL?
Banyak faktor yang mendorong suatu negara melakukan
perdagangan internasional, di antaranya sebagai berikut :
1.
Faktor Alam/ Potensi Alam
2.
Untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasa dalam
negeri
3.
Keinginan memperoleh keuntungan dan meningkatkan
pendapatan negara
4.
Adanya perbedaan kemampuan penguasaan ilmu
pengetahuan dan teknologi dalam mengolah sumber daya ekonomi
5.
Adanya kelebihan produk dalam negeri sehingga
perlu pasar baru untuk menjual produk tersebut.
6.
Adanya perbedaan keadaan seperti sumber daya
alam, iklim, tenaga kerja, budaya, dan jumlah penduduk yang menyebabkan adanya
perbedaan hasil produksi dan adanya keterbatasan produksi.
7.
Adanya kesamaan selera terhadap suatu barang.
8.
Keinginan membuka kerja sama, hubungan politik
dan dukungan dari negara lain.
9.
Terjadinya era globalisasi sehingga tidak satu
negara pun di dunia dapat hidup sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar